iSIOMAS
Vina's daddy

Bagaimana Proses Load Balancing Dapat Bekerja?

Proses load balancing sebenarnya merupakan proses fleksibel yang dapat diciptakan dengan berbagai cara dan metode. Proses ini tidak hanya dapat dilakukan oleh sebuah perangkat tertentu atau sebuah software khusus. Cukup banyak cara dan pilihan untuk mendapatkan jaringan Anda dilengkapi dengan sistem load balancing. Cara kerja dan prosesnya pun berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Namun, cara yang paling umum dan banyak digunakan adalah dengan mengandalkan konsep Virtual server atau Virtual IP.

lstilah Virtual server atau Virtual IP sebenarnya merupakan istilah bebas, karena mungkin saja sistem lain menggunakan konsep yang sama namun dengan istilah yang berbeda. Secara umum, konsep dart Virtual server atau Virtual IP ini adalah sebuah alamat IP, sebuah nama, atau bisa juga sekelompok alamat IP yang bertugas sebagai jembatan penghubung antara pengakses dari luar dengan sekelompok server atau perangkat jaringan yang berada di belakangnya. Atau lebih gampangnya, Virtual server atau Virtual IP merupakan alamat ataupun nama yang mewakili beberapa buah server yang berada di belakangnya.

Tujuan dibuatnya sistem perwakilan tersebut adalah agar ketika nama atau alamat IP tersebut diakses dari luar, yang dapat melayani permintaan tersebut tidak terbatas hanya satu perangkat server saja. Sekelompok server atau perangkat jaringan yang diwakilinya memiliki kemampuan untuk menjawab permintaan-permintaan tersebut.

Sebagai hasilnya, permintaan-permintaan tersebut terdistribusi ke beberapa server sehingga beban proses kerja server-server tersebut tidak terlalu berat. Hal ini membuat servis dan layanan yang diberikan server tersebut ke si pengguna dapat berjalan lebih baik dan berkualitas.

Sistem load balancing yang sederhana memang hanya mampu membuat sebuah perwakilan nama atau atamat IP untuk rnewakiti beberapa IP dan server-server dibelakangnya, namun perangkat yang memang dikhususkan menangani sistem load balancing kompleks dapat melakukan perwakilan hanya terhadap servis-servis yang dibuka oleh server di belakangnya.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki empat buah web server yang melayani para penggunanya dengan membuka port 80-nya untuk diakses. Keempat buah server tersebut diwakili oleh sebuah alamat IP, katakanlah 200.200.200.200. Dengan menggunakan sebuah perangkat load balancing canggih, Anda dapat membuat alamat IP 200.200.200.200 membuka port 80 hanya untuk melakukan load balancing terhadap keempat server tersebut.

Selain dari port 80, alamat IP f 200.200.200.200 masih dapat digunakan untuk kepentingan lain misal nya untuk melakukan load balancing server-server FTP. Jadi dengan demikian, beberapa buah server FTP Anda dapat diwakili juga oleh alamat P 200.200.200.200 dengan membuka port 21 (port FTP)-nya misalnya. Sekelompok server atau perangkat jaringan yang diwakili oleh Virtual server atau Virtual IP sering disebut juga dengan istilah pool. Pertama-tama kelompok server digabungkan dulu ke dalam sebuah pool, baru kemudian pool tersebut diwakiti oleh sebuah atamat IP virtual untuk menghasilkan sistem load balancing. Kira-kira seperti itulah proses pembuatan sistem load balancing secara ganis besar.

Written by iQ on Sunday December 18, 2005
Permalink -

« Keuntungan Menggunakan Load Balancing - Apakah Ada Algoritma-Algoritma Khusus Untuk Proses Load Balancing? »